Penelitian Stimulus Dosen

JudulPEMANFAATAN DISCARD SOURDOUGH SEBAGAI BAHAN FUNGSIONAL PADA FROZEN YOGURT
Nama HibahHibah Internal Penelitian
Nama ProgramHibah Penelitian Tahun 2026
Nama SkemaPenelitian Stimulus Dosen
AbstrakTransformasi gaya hidup sehat telah meningkatkan konsumsi produk fermentasi, termasuk sourdough. Namun, proses pembuatan sourdough menghasilkan discard sourdough (DS) yang umumnya dibuang sebagai limbah organik, padahal masih mengandung bakteri asam laktat (BAL), serat pangan, dan metabolit hasil fermentasi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Urgensi penelitian ini karena hingga saat ini, pemanfaatan DS pada produk frozen yogurt belum banyak diteliti, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus mendukung konsep upcycled food yang berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh penambahan berbagai konsentrasi DS terhadap karakteristik fisikokimia, viabilitas BAL, dan mutu sensori frozen yogurt guna memperoleh formulasi terbaik sebagai produk pangan fungsional. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental melalui tahapan persiapan kultur dan DS, formulasi frozen yogurt dengan variasi konsentrasi DS, dilanjutkan pengujian fisikokimia (pH, total asam tertitrasi, overrun, dan melting rate), uji mikrobiologi (total BAL), serta uji organoleptik untuk menentukan formulasi terbaik. Luaran yang ditargetkan berupa publikasi pada Jurnal Nasional SINTA 4 “Agrisaintifika : Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian” (https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/agrisaintifika) dengan status “Accepted” dan publikasi media massa elektronik “Kompasiana” (https://www.kompasiana.com/) dengan status “Published”, serta tersusunnya formulasi frozen yogurt berbasis discard sourdough yang tervalidasi pada skala laboratorium. Penelitian ini menargetkan peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dari level 2 (formulasi konsep teknologi) menjadi level 4 (validasi teknologi pada skala laboratorium) melalui pembuktian kinerja formulasi secara eksperimental. Sementara itu, Tingkat Implementasi Islamisasi (TII) ditargetkan tetap pada level 1, yaitu tahap identifikasi dan grounding, dengan mengintegrasikan nilai keberlanjutan, pengurangan pemborosan (israf), serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya sebagai landasan pengembangan inovasi pangan yang bernilai maslahat.
Pengusul Astari Ratnaduhita, S.T.P., M.Pt.
Anggota 1 Riska Sumirat, S.T.P., M.T.P.
Anggota 2Agung Dwicahyo, S.T., M.T.
Tahun Penelitian2026
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 3.000.000.00