Penelitian Stimulus Dosen

JudulIslamisasi Flexnerian Model Melalui Paradigma Ta’dīb: Rekonstruksi Filosofis Pendidikan Kedokteran dalam Perspektif Islam
Nama HibahHibah Internal Penelitian
Nama ProgramHibah Penelitian Tahun 2026
Nama SkemaPenelitian Stimulus Dosen
AbstrakDominasi paradigma Barat dalam pendidikan kedokteran modern menimbulkan persoalan epistemologis dan antropologis, terutama ketika ilmu kedokteran dilepaskan dari dimensi transenden, adab, dan tujuan moral pendidikan. Artikel ini mengkaji Flexnerian Model sebagai paradigma utama pendidikan kedokteran modern dengan menelusuri latar historis kemunculannya, asumsi-asumsi filosofis yang melandasinya, serta implikasi epistemologis dan antropologisnya. Meskipun laporan Abraham Flexner (1910) berperan signifikan dalam mereformasi pendidikan kedokteran melalui peneguhan sains, profesionalisme, dan standarisasi akademik, paradigma ini dibangun di atas positivisme ilmiah, sekularisme epistemologis, dan reduksionisme dalam memahami manusia, yang memisahkan ilmu medis dari nilai, makna, dan tujuan akhir pendidikan. Melalui pendekatan analisis filosofis-kritis, artikel ini menunjukkan bahwa dominasi Flexnerian Model tidak bersifat netral secara pandangan hidup, serta menyimpan keterbatasan ketika diterapkan dalam konteks masyarakat religius, termasuk dunia Islam. Dengan merujuk pada pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas, artikel ini mengajukan islamisasi pendidikan kedokteran berbasis konsep ta’dīb sebagai bentuk rekonstruksi paradigmatik, bukan sekadar integrasi nilai etika ke dalam struktur pendidikan yang telah ada. Islamisasi dipahami sebagai penataan ulang kerangka epistemologis, konsepsi tentang manusia, dan tujuan pendidikan kedokteran berdasarkan pandangan hidup Islam. Rekonstruksi ini menempatkan manusia sebagai insān beradab, yakni kesatuan jasad, nafs, dan rūḥ, serta memaknai praktik kedokteran sebagai amanah dan bentuk pengabdian. Dengan demikian, pendidikan kedokteran Islam diarahkan untuk melahirkan dokter yang unggul secara ilmiah sekaligus beradab, bermoral, dan bertanggung jawab dalam penggunaan ilmunya, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah.
Pengusul Ide Mafaza Sansayto, M.Ag.
Anggota 1 Ide Mafaza Sansayto, M.Ag.
Anggota 2dr. Althof Fathon Amsaka, MHPE.
Tahun Penelitian2026
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 0.00