Program Kemitraan Masyarakat (PKM)

JudulPendampingan Pengembangan TPA Al-Hidayah Melalui Penguatan SDM Pengajar di Desa Sawuh, Kec. Siman, Kab. Ponorogo
Nama HibahHibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat Berkerangka Islamisasi
Nama ProgramPenelitian Kompetitif
Nama SkemaProgram Kemitraan Masyarakat (PKM)
AbstrakPendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat. Pembentukan Karakter dalam Pendidikan Islam membahas tentang bagaimana pendidikan Islam dapat membentuk karakter generasi muda yang berkualitas melalui pendekatan pembentukan karakter (Mardiah Astuti Dkk(2023) ).[1]. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) berperan sebagai lembaga pendidikan non-formal yang fokus pada pengajaran Al-Qur'an dan nilai-nilai Islam. Taman Pendidikan Al Quran adalah lembaga penddikan dan pengajaran Islam luar sekolah atau sudah dapat disebut juga sebagai pendidikan nonformal untuk anak usia dini berkisaran yang pada umumnya untuk anak berusia 7-12 tahun, yang mana TPA mendidik santri agar mampu membaca al Quran dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya (Haerini Ayatina dkk.(2020.[2] Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al-Hidayah adalah salah satu TPA binaan Universitas Darussalam Gontor yang berdiri sejak tahun 1992. Berlokasi di Jln Basuki Rahmat Desa Sawuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, TPA Al-Hidayah didirikan oleh tiga pendiri visioner: Ibu Binti Sulasiah, Ibu Yayuk, dan Ibu Wiwik. Sebagai lembaga waqaf, TPA Al-Hidayah berkomitmen untuk menciptakan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri.Saat ini, TPA Al-Hidayah memiliki jumlah anak didik hanya 10 santri yang terbagi dalam empat kelas: Kelas 1 terdiri dari santri Iqro’ 1 dan 2, Kelas 2 terdiri dari santri Iqro 3 dan 4, Kelas 3 terdiri dari santri Iqro 5 dan 6, dan Kelas 4 terdiri dari santri yang sudah membaca Al-Qur'an. Tujuan utama TPA Al-Hidayah adalah menyediakan pendidikan berbasis Islam, khususnya pendidikan Al-Qur'an, bagi warga desa setempat dan masyarakat umum, terutama mereka yang kurang mampu. Dengan pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, TPA Al-Hidayah berupaya mengembangkan potensi anak secara menyeluruh sesuai dengan bakat, minat, dan karakteristik masing-masing. Selain itu, TPA ini juga berfungsi sebagai pusat sumber belajar bagi guru dan tenaga pendidik lainnya, serta mendorong pengembangan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Visi TPA Al-Hidayah adalah untuk menjadikan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri. Misi mereka meliputi usaha meningkatkan dan memberikan pendidikan agama yang layak kepada masyarakat umum, terutama mereka yang kurang mampu, serta menyediakan wadah pendidikan yang berbasis Islam bagi warga desa setempat. Kegiatan harian di TPA Al-Hidayah meliputi kegiatan belajar mengajar, cerita tentang kisah nabi, tausiah sebelum pembelajaran, dan berbagai kegiatan interaktif seperti tepuk-tepuk TPA yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Pada saat ini, TPA Al-Hidayah menghadapi beberapa tantangan yang menghambat proses pendidikan secara optimal sehingga berpengaruh pada jumlah calon santri yang ingin bergabung dengan lembaga pendidikan ini. Adapun hambatan atau kekurangan dari TPA Al-Hidayah antara lain pertama, kualitas Pengajar yang Kurang Optimal: Kualitas pengajar di TPA Al-Hidayah masih belum optimal, dengan banyak pengajar yang memiliki keterbatasan dalam metode mengajar, pengetahuan pedagogis, dan pemahaman mendalam tentang Al-Qur'an. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas pembelajaran yang diterima oleh para santri. Kedua, Kurangnya Pelatihan dan Pengembangan: Para pengajar di TPA Al-Hidayah jarang mendapatkan pelatihan dan pengembangan profesional yang memadai. Pelatihan yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan pengajar dalam meningkatkan kapasitas mereka. Ketiga, Minimnya Fasilitas dan Sumber Daya: Fasilitas dan sumber daya yang tersedia di TPA Al-Hidayah masih terbatas. Hal ini termasuk keterbatasan buku-buku referensi, media pembelajaran, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya yang sangat diperlukan dalam proses pendidikan. Keempat, Keterbatasan Waktu dan Fokus Pengajaran: Para pengajar di TPA sering kali mengajar secara sukarela dan paruh waktu, sehingga waktu yang dapat mereka dedikasikan untuk pengajaran dan persiapan materi pembelajaran menjadi terbatas. Hal ini berdampak pada kurangnya fokus dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh TPA Al-Hidayah dengan beberapa tujuan spesifik dengan harapan TPA Al-Hidayah dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada para santri, sehingga mampu mencetak generasi muda yang Quráni, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pengusul Salman Alfarizi, M.Pd.
Anggota 1Dr. Riza Ashari, M.Pd.I.
Anggota 2 Salman Alfarizi, M.Pd.
Tahun Penelitian2024
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 0.00