Program Kemitraan Masyarakat (PKM)

JudulPELAYANAN INFORMASI OBAT PEGAL LINU TIDAK TERSTANDAR DAN EDUKASI PENYAKIT ASAM URAT MASYARAKAT DESA SAMBIREJO, MANTINGAN, NGAWI
Nama HibahHibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat Berkerangka Islamisasi
Nama ProgramPenelitian Kompetitif
Nama SkemaProgram Kemitraan Masyarakat (PKM)
AbstrakMasyarakat khususnya laki-laki yang biasanya bekerja ditempat yang memerlukan tenaga fisik lebih besar misalnya petani, nelayan atau pekerja bangunan, mereka sering mengonsumsi obat racikan yang terkenal dengan nama “obat setelan” untuk meredakan rasa pegal dan linu setelah mereka bekerja. Obat setelan tersebut terdiri dari banyak kombinasi jenis obat mulai dari 3 sampai 6 macam obat dalam dosis sekali minum. Dikarenakan tidak ada standar keamanan dari BPOM, pemakaian obat ini akan sangat membahayakan bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Pegal linu yang dialami oleh masyarakat ini sebenarnya adalah salah satu tanda tubuh mengalami peningkatan kadar asam urat. Rasa pegal linu ini sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi penderitannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar asam urat dalam darah adalah faktor keturunan, jenis kelamin, konsumsi pangan yang kaya akan purin, konsumsi alkohol yang berlebihan, obesitas, gangguan ginjal yang mengakibatkan terhambatnya pembuangan purin, penggunaan obat tertentu yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Dengan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini diharapkan akan menjadi upaya menurunkan penggunaan obat pegal linu yang tidak terstandar, dan dapat bermanfaat untuk menurunkan factor resiko terjadinya penyakit asam urat khususnya di desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi. Beberapa masalah yang dihadapi oleh masyarakat di desa ini adalah (1) kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai obat pegal linu tidak terstandar dan penyakit asam urat; (2) Jarangnya masyarakat melakukan pemeriksaan rutin terhadap kadar asam urat; (3) minimnya pelatihan pembuatan sediaan herbal untuk mencegah atau mengobati penyakit asam urat sehingga masyarakat lebih sering mengonsumsi obat kimia; (4) minimnya sarana informasi dan sarana konsultasi yang dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat mengenai penyakit asam urat serta pengobatannya; (5) minimnya alat dan kader kesehatan yang memiliki keterampilan untuk mendeteksi kadar asam urat serta melakukan pendampingan untuk mengontrol kadar asam urat pada masyarakat. Oleh karena itu, solusi yang kami susun dengan melakukan kegiatan pengabdian ini adalah berupa (1) melakukan penyuluhan mengenai obat pegal linu tidak terstandar dan penyakit asam urat; (2) melakukan pemeriksaan kadar asam urat; (3) melakukan pelatihan pembuatan sediaan herbal untuk mencegah atau mengobati penyakit asam urat sehingga masyarakat dapat mengurangi mengonsumsi obat kimia; (4) membuat buku saku berisi informasi mengenai mengenai mengenai obat pegal linu tidak terstandar dan penyakit asam urat. Buku saku tersebut dilengkapi dengan contact person dari tim pengabdian yang memiliki kepakaran Farmasi sebagai sarana konsultasi mengenai obat-obatan penyakit asam urat dan kepakaran Ilmu Gizi sebagai sarana konsultasi mengenai pengontrolan pola makan yang berkaitan dengan penyakit asam urat; (5) mengadakan alat dan pelatihan kader kesehatan untuk mengukur kadar asam urat (alat GCU Easytouch). Luaran yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah berupa artikel ilmiah di jurnal terakreditasi, publikasi di media elektronik/media massa, video kegiatan, serta peningkatan kesehatan pada mitra khususnya berhubungan dengan penyakit asam urat.
Pengusulapt. Kurniawan, S.Si., M.Farm.
Anggota 1apt. Nadia Iha Fatihah, S.Farm., M.Clin.Pharm.
Anggota 2 Nurul Marfu'ah, S.Si., M.Si.
Tahun Penelitian2023
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 0.00