Pendanaan Buku 100 Tahun Gontor

JudulJiwa Kesederhanaan: Konsep dan Implementasi di Pondok Modern Darussalam Gontor
Nama HibahHibah Internal Penelitian
Nama ProgramProgram 100 Tahun Gontor
Nama SkemaPendanaan Buku 100 Tahun Gontor
AbstrakDunia modern ditandai oleh percepatan perubahan sosial yang memengaruhi cara manusia memaknai kebahagiaan, kehormatan, dan identitas diri. Arus globalisasi, konsumerisme, dan budaya digital mendorong munculnya orientasi hidup materialistik, hedonistik, permisif, serta fenomena self-idealization yang mereduksi kemuliaan manusia ke dalam simbol-simbol material. Kondisi ini melahirkan generasi yang rentan secara mental, mudah mengalami burnout, kehilangan arah spiritual, serta kabur dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. Dalam konteks demikian, pendidikan kesederhanaan menjadi sangat relevan sebagai upaya revitalisasi karakter dan ketangguhan jiwa peserta didik. Namun, sistem pendidikan nasional Indonesia masih lebih menitikberatkan aspek kognitif dibanding pembinaan akhlak dan spiritual sehingga belum sepenuhnya menghasilkan manusia berkarakter kuat dan resilien. Nilai kesederhanaan (al-basāṭah) dalam tradisi Islam memiliki posisi fundamental sebagai fondasi pembentukan kepribadian, mengandung dimensi filosofis, etis, dan spiritual yang berfungsi bagi pengembangan individu maupun peradaban. Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan contoh lembaga pendidikan Islam yang berhasil mengintegrasikan nilai kesederhanaan secara sistemik melalui Panca Jiwa, kurikulum, kepemimpinan, dan budaya pesantren, sehingga melahirkan proses pendidikan yang membentuk mental, spiritual, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian santri. Buku ini menyajikan kajian komprehensif mengenai konsep dan implementasi kesederhanaan di Gontor melalui perspektif filosofis, pedagogis, sosial, dan teologis, menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dan reflektif, serta merujuk pada sumber-sumber klasik Islam dan tradisi pesantren modern. Hasil kajian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan model pendidikan karakter di Indonesia sekaligus menjadi rujukan akademik bagi pendidik dan peneliti. Dengan menghidupkan kembali nilai kesederhanaan sebagai basis pembentukan manusia beradab dan bermartabat, buku ini menegaskan prinsip Gontor bahwa “Sederhana tidak Berarti Miskin,” sebagai kekuatan pengendalian diri di tengah kelimpahan modernitas.
PengusulAssoc. Prof. Dr. Mohammad Kholid Muslih, M.A.
Anggota 1Assoc. Prof. Dr. Mohammad Kholid Muslih, M.A.
Anggota 2Assoc. Prof. Dr. Mohammad Kholid Muslih, M.A.
Tahun Penelitian2025
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 0.00