Pendanaan Buku 100 Tahun Gontor

JudulGontor dalam Rekonfigurasi Relasi Islam-Barat: Jejak Intelektual CIOS UNIDA Gontor dalam Kajian Oksidentalisme di Indonesia
Nama HibahHibah Internal Penelitian
Nama ProgramProgram 100 Tahun Gontor
Nama SkemaPendanaan Buku 100 Tahun Gontor
AbstrakRelasi Islam–Barat merupakan salah satu wacana paling menentukan dalam sejarah intelektual modern, ditandai oleh ketimpangan epistemologis, dominasi diskursus orientalisme, dan hegemoni konseptual Barat dalam membaca dunia. Di tengah dinamika tersebut, Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menghadirkan pendekatan alternatif yang berupaya membangun dialog peradaban berbasis kesetaraan. Buku ini menelusuri peran dan kontribusi Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS) sebagai institusi akademik yang memformulasikan kajian oksidentalisme dari perspektif worldview Islam, serta sebagai bagian penting dari tradisi intelektual Gontor dalam merespons hegemoni wacana Barat. Melalui pendekatan historis-intelektual dan analisis wacana, buku ini mengkaji bagaimana Gontor membangun fondasi epistemologis yang memungkinkan reinterpretasi relasi Islam–Barat secara lebih adil. Dengan memanfaatkan teori orientalisme Edward Said, gagasan oksidentalisme Hasan Hanafi, konsep worldview Islam Syed Muhammad Naquib al-Attas, serta model Islamisasi ilmu, kajian ini menunjukkan bahwa CIOS menawarkan kerangka konseptual yang bukan hanya bersifat reaktif, tetapi juga konstruktif. CIOS tidak sekadar mengkritik struktur pengetahuan Barat modern, tetapi juga mengembangkan bacaan alternatif yang menempatkan Islam sebagai subjek peradaban dengan otoritas epistemik tersendiri. Temuan utama buku ini menegaskan bahwa kontribusi CIOS Gontor terletak pada kemampuannya melakukan rekonfigurasi relasi Islam–Barat, yakni mengubah hubungan yang selama ini timpang menjadi dialogis melalui: (1) pemulihan identitas intelektual umat; (2) penguatan basis worldview Islam; (3) integrasi ilmu dan adab dalam pendidikan; dan (4) pengembangan kajian oksidentalisme sebagai disiplin ilmiah di Indonesia. Dengan demikian, Gontor dan CIOS tidak hanya berperan membentengi umat dari hegemoni intelektual Barat, tetapi juga membangun fondasi peradaban yang memungkinkan terwujudnya dialog Islam–Barat yang setara, kritis, dan berkeadaban.
PengusulAssoc. Prof. Dr. Harda Armayanto, M.A., Ph.D.
Anggota 1Assoc. Prof. Dr. Harda Armayanto, M.A., Ph.D.
Anggota 2Dr. Ahmad Rizqi Fadhilah, S.H., M.Ag.
Tahun Penelitian2025
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 0.00