PROGRAM PENELITIAN DAN PUBLIKASI BEREPUTASI 2025 BATCH 2

JudulDari Staging Menuju Ihsan: Rekonstruksi Estetika Islam sebagai Kritik terhadap Kapitalisme Estetis
Nama HibahHibah Internal Penelitian
Nama ProgramProgram 100 Tahun Gontor
Nama SkemaPROGRAM PENELITIAN DAN PUBLIKASI BEREPUTASI 2025 BATCH 2
AbstrakFenomena kapitalisme estetis yang dikemukakan kritiknya oleh Gernot Böhme menandai krisis mendasar dalam pengalaman estetis manusia modern. Dalam sistem kapitalisme estetis, keindahan telah tereduksi menjadi komoditas afektif yang direkayasa untuk mengendalikan persepsi dan selera. Dunia tidak lagi dihayati sebagai realitas yang mengandung makna, melainkan sebagai pementasan (staging) yang terus diproduksi demi nilai pasar. Krisis ini bukan sekadar persoalan etika, tetapi krisis ontologis dan epistemologis—hilangnya kesadaran akan makna dan kehadiran sejati dalam pengalaman manusia. Penelitian ini mengajukan Worldview of Islam sebagai horizon alternatif untuk merekonstruksi makna keindahan. Berdasarkan pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas, keindahan dipahami sebagai tajalli al-ḥaqq—penyingkapan Ilahi yang mengantarkan manusia pada kesadaran spiritual melalui maqām ihsan. Dengan demikian, ihsan diposisikan sebagai paradigma estetika kehadiran (aesthetics of presence), yakni cara manusia menyaksikan, menghadirkan, dan mengekspresikan keindahan Ilahi dalam tindakan dan budaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan interpretif dan studi teks komparatif terhadap karya-karya Gernot Böhme dan Syed Muhammad Naquib al-Attas. Analisis dilakukan secara deskriptif, komparatif, dan sintesis konseptual untuk merumuskan estetika ihsan sebagai kritik ontologis terhadap kapitalisme estetis. Luaran yang ditargetkan berupa artikel ilmiah bereputasi internasional (Scopus Q2–Q3) dengan kontribusi pada bidang filsafat Islam dan kajian budaya kontemporer. Artikel ini diharapkan memperkaya wacana estetika global dengan memperkenalkan konsep Ihsan aesthetics—suatu paradigma yang memulihkan relasi antara keindahan, kebenaran, dan keberadaan dalam horizon tauhid.
PengusulDr. Henri Shalahudin, MIRKH.
Anggota 1Dr. Muhammad Faqih Nidzom, S.Fil.I., M.Ag.
Anggota 2Dr. Imroatul Istiqomah, S.Fil.I., M. P.I.
Tahun Penelitian2025
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 19.567.400.00