Pendanaan Buku 100 Tahun Gontor

JudulWakaf dan Etos Pengabdian: Formulasi Model Profesionalisme Berbasis Spiritualitas
Nama HibahHibah Internal Penelitian
Nama ProgramProgram 100 Tahun Gontor
Nama SkemaPendanaan Buku 100 Tahun Gontor
AbstrakBuku ini membahas secara mendalam keterkaitan antara wakaf, etos pengabdian, dan profesionalisme berbasis spiritualitas, dengan fokus utama pada sistem nilai yang dikembangkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai studi kasus. Gontor, sebagai lembaga pendidikan berbasis wakaf yang telah berusia hampir satu abad, menawarkan model kelembagaan yang unik dan berkelanjutan, memadukan semangat pengabdian tulus, sistem kerja kolektif, serta nilai-nilai spiritual Islam dalam satu kesatuan gerak kelembagaan. Tema ini menjadi sangat relevan ketika pengelolaan lembaga wakaf dewasa ini menghadapi tantangan profesionalisme dan keberlanjutan. Banyak lembaga wakaf mengalami stagnasi atau bahkan disfungsi karena tidak memiliki sistem kerja yang kuat dan nilai dasar yang menyatukan. Di sinilah keunikan Gontor muncul: tata kelola wakafnya tidak dibangun hanya dengan struktur formal, melainkan dengan kultur nilai yang ditanamkan melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan antargenerasi. Bab pertama dari buku ini mengurai landasan konseptual mengenai etos kerja Islami, profesionalisme pengabdian, serta bagaimana spiritualitas menjadi pilar dalam membentuk karakter kerja yang unggul. Etos pengabdian dalam Islam bukan hanya berorientasi pada output dunia, tetapi juga proses yang diridhai Allah. Bab ini juga membahas tantangan kontemporer dalam menyeimbangkan profesionalisme dengan nilai keikhlasan, serta relevansi bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) lembaga wakaf di era modern. Bab kedua mendalami tradisi wakaf dan pengelolaan institusi pendidikan berbasis nilai, dengan menampilkan Gontor sebagai model empiris. Di sini dijelaskan bagaimana Gontor mengelola aset wakaf secara produktif melalui badan-badan mandiri, serta bagaimana wakaf dijalankan sebagai amal jariyah kolektif. Pengelolaan ini tidak hanya fokus pada hasil ekonomi, tetapi pada kontinuitas nilai, kaderisasi dan stabilitas organisasi jangka panjang. Bab ketiga mengeksplorasi dinamika kehidupan para pengabdi wakaf di lingkungan pesantren. Ditekankan bahwa pola etos kerja tidak dibentuk melalui teori, melainkan melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, narasi keteladanan, dan disiplin kolektif. Di sinilah peran wakaf diri menjadi nyata: para pengabdi tidak dibayar secara materi, tetapi dibekali motivasi spiritual yang kuat. Etos pengabdian mereka menjadi bagian dari ritme harian yang menyatu dengan jiwa pondok. Bab keempat merupakan kontribusi teoretis utama dari buku ini, yaitu perumusan model profesionalisme wakaf berbasis spiritualitas. Model ini menyatukan tiga komponen utama: nilai-nilai etika Islam (Islamic Work Ethics/IWE), filosofi Panca Jiwa Gontor (keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan), serta prinsip manajemen kelembagaan modern. Dihasilkanlah kerangka kerja bernama “Spiritual-Based Waqf Professionalism Model” yang menggambarkan bagaimana nilai dapat mendorong kinerja, loyalitas, dan keberlanjutan kelembagaan. Dimensi spiritual (niat dan keikhlasan), sosial (ukhuwah dan kerja sama), dan profesional (tanggung jawab dan kualitas kerja) menjadi pilar pembentukan karakter insan wakaf. Bab kelima menyajikan implikasi praktis dan strategis dari formulasi model tersebut, termasuk studi kasus penerapannya di Pondok Modern Gontor. Disajikan pula rekomendasi untuk lembaga wakaf lainnya agar tidak sekadar mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga membangun struktur dan kultur yang sehat. Poin penting yang diangkat adalah pentingnya kaderisasi, kejelasan peran, dan penanaman nilai secara berkelanjutan dalam pengelolaan wakaf. Buku ini tidak hanya menghasilkan pemahaman baru mengenai etos kerja wakaf, tetapi juga membuka cakrawala berpikir tentang pentingnya nilai spiritual sebagai inti dari profesionalisme yang sesungguhnya. Profesionalisme tidak harus diukur semata-mata dengan indikator kuantitatif, tetapi juga dengan ketulusan, kebermanfaatan, dan keberlanjutan. Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa pengelolaan wakaf yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan penguatan hukum dan sistem manajemen, tetapi harus ditopang oleh spiritualitas kelembagaan. Gontor menjadi bukti nyata bahwa organisasi wakaf dapat maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi ketika nilai-nilai pengabdian, keikhlasan, dan kesadaran ruhani menjadi fondasi gerak kelembagaan. Diharapkan buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, praktisi wakaf, pengelola pendidikan Islam, dan generasi muda yang ingin membangun organisasi yang tidak hanya profesional, tetapi juga bermakna secara spiritual. Dengan mengusung konsep wakaf sebagai pengabdian, buku ini menjadi kontribusi dalam memperkuat tradisi keilmuan, kepemimpinan nilai, dan transformasi sosial dalam bingkai Islam.
PengusulAssoc. Prof. Dr. Mufti Afif, Lc., M.A.
Anggota 1 Khurun'in Zahro', S.H., M.H.
Anggota 2 Winda Roini, M.Ag.
Tahun Penelitian2026
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 10.000.000.00