Pendanaan Buku 100 Tahun Gontor

JudulKeselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Perspektif Nilai Pesantren: Studi Spiritualitas dan Etos Kerja di Pondok Modern Darussalam Gontor
Nama HibahHibah Internal Penelitian
Nama ProgramProgram 100 Tahun Gontor
Nama SkemaPendanaan Buku 100 Tahun Gontor
AbstrakDalam dunia kerja modern, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi aspek yang sangat penting dan fundamental dalam menciptakan lingkungan yang produktif, bermartabat, dan berkelanjutan. Tidak hanya di sektor industri, prinsip K3 juga relevan di lingkungan mendidikan, khususnya di pesantren yang merupakan institusi Pendidikan berbasis komunitas. Namun, penerapan K3 selama ini masih seringkali bersifat teknis dan prosedural tanpa mempertimbangkan aspek nilai, spiritualitas, dan budaya kerja yang bersumber dari sistem pendidikan atau nilai komunitas tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menghadirkan perspektif baru dengan mengkaji K3 dalam bingkai nilai dan spiritualitas pesantren, khususnya melalui studi kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor. Fokus utama penelitian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai khas pesantren, seperti yang terkandung dalam Panca Jiwa Gontor: Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan, mampu membentuk budaya kerja yang tidak hanya aman dan sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental, spiritual, dan sosial. Dalam konteks ini, K3 tidak dipahami sebagai kewajiban administratif saja, akan tetapi juga sebagai bagian dari manifestasi etos kerja Islami yang berakar pada nilai-nilai pendidikan akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral. Sistem kehidupan santri di Gontor diatur dengan ritme yang padat dan terukur, dimulai dari bangun pagi hingga tidur lagi. Semua kegiatan dilakukan dalam sistem boarding school yang menuntut kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab kolektif. Dalam sistem seperti ini, secara alami terdapat potensi risiko terhadap keselamatan dan kesehatan santri baik secara fisik maupun mental. Namun demikian, nilai-nilai yang ditanamkan di Gontor mampu membentuk perilaku, pola pikir, dan budaya kerja yang unik, yang sesungguhnya sejalan dengan semangat K3 itu sendiri. Tema besar penelitian ini adalah “Internalisasi Nilai Pesantren dalam Membangun Budaya K3 yang Islami dan Berkelanjutan”. Tema ini menjadi penting karena Gontor tidak hanya dikenal sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai model sistem kehidupan yang membentuk karakter santri secara utuh melalui pendidikan 24 jam yang menyentuh aspek jasmani, rohani, dan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari di Gontor, aspek kebersihan, ketertiban, kerapian, kedisiplinan, dan tanggung jawab kolektif dijalankan dengan kesadaran spiritual yang tinggi. Semua kegiatan dikoordinasi tanpa membedakan antara kerja administratif, kerja fisik, maupun kerja intelektual, semuanya memiliki nilai yang sama sebagai bagian dari ibadah. Topik ini dipilih karena menyentuh sisi unik dan jarang diteliti dari sistem pendidikan pesantren, yakni kaitan antara spiritual-based leadership dan safety culture. Pondok Modern Gontor menjalankan sistem yang sangat khas, di mana seluruh santri dan guru terlibat aktif dalam merawat dan mengelola pondok dari kebersihan kamar mandi hingga pengelolaan air dan listrik. Sistem ini tidak hanya membangun tanggung jawab dan kemandirian, tetapi juga menanamkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan, keteraturan, dan kesehatan lingkungan. Nilai ini semakin kuat karena dijalankan dalam semangat berjamaah, bukan instruksi satu arah, sehingga membentuk budaya kolektif yang mendalam. Keunikan sistem Gontor terletak pada prinsip “pendidikan melalui keteladanan dan pembiasaan”. Tidak ada konsep pemisahan antara teori dan praktik. Etos kerja tidak diajarkan melalui ceramah, melainkan melalui keterlibatan langsung santri dalam kegiatan harian pondok, yang menuntut ketepatan waktu, kehati-hatian, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Inilah bentuk penerapan K3 dalam kerangka nilai: mencegah kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan bukan hanya karena takut hukuman atau kerugian material, tetapi karena sadar bahwa kerapian, kebersihan, dan keselamatan adalah bagian dari iman dan adab Islami. Lebih jauh, penelitian ini relevan dengan tantangan pembangunan sumber daya manusia dalam kerangka Society 5.0, yakni era yang menuntut pengintegrasian antara teknologi, nilai, dan kemanusiaan. Dalam era ini, manusia tidak hanya dituntut untuk mahir secara teknologis, tetapi juga memiliki karakter yang adaptif, bertanggung jawab, dan bermakna secara sosial. Gontor, dengan pendekatan pendidikannya yang komprehensif dan berbasis nilai, menyediakan laboratorium sosial yang nyata tentang bagaimana generasi muda dibentuk dengan etos kerja yang kuat, berjiwa sosial tinggi, dan memiliki kesadaran spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk dalam dunia kerja yang serba otomatis dan cepat berubah. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif deskripitf dengan metode studi kasus intrinsik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif terhadap kegiatan harian di pondok, wawancara mendalam dengan para guru senior dan pengurus harian santri, serta studi dokumen terhadap pedoman internal dan praktik kelembagaan. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan kerangka etnografi nilai dan teori workplace spirituality, untuk mengungkap makna terdalam dari praktik K3 dalam sistem kehidupan Gontor. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis. Secara teoritis, kajian ini memperkaya literatur tentang K3 dari sudut pandang pendidikan Islam dan budaya pesantren. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain, pesantren, maupun organisasi kerja dalam membangun sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang berakar pada nilai dan spiritualitas lokal. Penelitian ini juga membuka ruang dialog antara dunia kerja modern dengan tradisi pendidikan Islam dalam merumuskan pendekatan baru terhadap pembangunan manusia yang utuh dan berkelanjutan.
Pengusul Siti Ma'rifah, S.ST., M.K.M.
Anggota 1Dr. Nabila Huringiin, M.Ag.
Anggota 2 Aisy Rahmania, M.KKK.
Tahun Penelitian2025
Sumber DanaUNIDA GONTOR
Dana Non DiktiIDR 10.000.000.00